Hai lama tak jumpa...
apa kabar guys?
lama tak menyapa di www.rumpiii.blogspot.com yach :)
hari sdh berjalan beberapa waktu memasuki 2014
bagaimana resolusi anda di tahun ini?
bagi yang belum membuat, selalu ada waktu untuk membuatnya sekarang! lebih baik terlambat dari pada tidak
buatlah resolusi yang detil dan terukur, sehingga memudahkan evaluasinya nantinya.
jadi mari kita buat, hehehe saya juga belum menyederhanakan resolusi saya
yuk mari...
yang pasti mari kita mulai tahun baru ini dengan Bismillah (menyebut nama Tuhan)...
insyaallah akan dipenuhi dengan limpahan rahmat, hidayah, dan berkah-Nya
aamiin3x
tetap semangat menyongsong hari guys...
have a nice day...
Jumat, 03 Januari 2014
Kamis, 27 Juni 2013
Belajar dari Jogja
Haaallllooooo….. lama gak menyapa, apa kabar???? Semoga kita
semua dalam keadaan sehat sentosa dan tak kekurangna satu apapun yach…aamiin3x
Masih ingat dengan kabar wafatnya salah satu politikus
Indonesia baru-baru ini? setelah beliau meninggal beberapa pemikiran beliau
didiskusikan di salah satu televisi swasta. Muncul lah kata pluralism, apa sih
maksudnya? Kalau dari asal katanya sih berarti paham (isme) yang beragam
(plural). Agak membingungkan gak sih?
Kalau dari sudut pandang ilmu sosial ( sumber: http://id.wikipedia.org/wiki/Pluralisme),
pluralism sendiri di pahami sebagai sebuah kerangka dari berbagai kelompok
dimana ditunjukkan saling menghormati dan toleransi satu sama lain. Lebih mudah
dicerna ya kalau pengertian ini hehehe .
Di sini dimaksudkan beberapa kelompok tersebut menjalani hidup bersama atau
interaksi dengan saling menghormati dan toleransi sehingga tidak terjadi
konflik.
Agak berat ya?
Tenang, hari ini bukan itu bahasan utamanya. Narasi aja. Ngomong-ngomong
pluralism jadi inget Jogja. Benar Jogjakarta. Jogja di datangi orang dari
berbagai suku bahkan berbagai bangsa,
dengan berbagai tujuan yang beragam pula. Setiap orang dengan karakter yang
berbeda ini membawa berbagai adat dan budayanya, tapi bukannya melebur menjadi
satu melainkan mereka hidup berdampingan. Dengan toleransi yang tinggi membuat
Jogja menjadi begitu ramah terhadap pendatang, akan tetapi tetap tidak
kehilangan identitas dan budayanya sendiri. Subhanallah… Tidak hanya budaya
yang dapat hidup berdampingan di Jogja tapi juga agama. Indah sekali
harmonisasi yang tercipta di tengah berbagai perbedaan di Jogja.
Yang kurasakan, masyarakat Jogja itu cinta pada kota mereka,
entah gimana tapi mereka jadi sangat menjaga budaya mereka. Bukan berarti
tidak ada budaya luar yang memberi pengaruh, gak juga, Jogja itu dinamis. Jogja
itu berkembang tapi tidak meninggalkan akar budaya dan kearifan lokalnya. Tetap
kerasaaa banget Jogjanya. Setiap elemen dan lapisan masyarakat bekerjasama
menciptakan Jogja yang Jogja banget dan terus berkembang dan memperbaiki diri.
Rasanya tertata rapi, meski pasti membutuhkan proses yang tidak sebentar dan
tanpa pro kontra pastinya.
Inilah salah satu alasan yang menjadikan Jogja itu lovable
bangeeeetttt, terlalu mudah buat mencintai Jogja. Dan banyak banget yang betah
tinggal di Jogja, atau ketagihan buat datang dan datang lagi ke Jogja. Mulai
dari wisata alam, wisata sejarah, sampai wisata budaya semuanya ada. Mulai dari
yang di tengah kota sampai yang di pinggiran kota, atau wisata di tengah hari
sampai di malam hari. Semuanya seruuu…. Wisata kuliner juga seru lho, mulai
yang murah sampai yang mahal ada, mulai di emperan toko sampai restoran kelas
atas juga banyak pilihan. Yang pasti warganya sendiri juga ramah, jadi tambah betah
di Jogja.
Ada ungkapan kalau everyday is Sunday in Jogja, percaya
gak??? Boleh percaya boleh enggak, tapi aq pribadi sih ngrasain gitu. Hidup di
Jogja itu santeeee kaya di pantaiiii, slow kaya di pulooo. Setiap liburan ke
Jogja pasti rasanya ‘kok udah harus pulang aja yach, perasaan baru datang
hiks…T_T’. Tempat yang tepat buat refresh otak…hehehe…
Semoga banyak hikmah yang bisa diambil dari kota budaya ini
yach…
Gambar:
Kamis, 25 April 2013
Menjadi Ibu Rumah Tangga itu Menyia-nyiakan Perjuangan RA.Kartini?
Ciyuusss? Miapa?
Apa salahnya memilih menjadi ibu rumah tangga?
Apakah RA.Kartini mengajarkan wanita Indonesia harus menjadi
pekerja di luar rumah?
Pernah dengar Kartini muda memprotes itu pada ayahnya yang
seorang ningrat?
Lucunya lagi beberapa pertanyaan yang muncul di sekeliling
saya dimana mempertanyakan pilihan seorang wanita yang notabene bergelar
sarjana untuk menjadi ibu rumah tangga, salahnya dimana? Mulai dari ibu-ibu
pengajian, ibu-ibu komplek, sampai seorang teman sekolah yang notabene
lelaki. Dalam hal ini saya tidak akan mengangkat bias gender pada proses
mempertanyakan pilihan tersebut, hanya menggaris bawahi bahwa pertanyaan itu
muncul baik dari sesama wanita maupun dari laki-laki. Semasa sekolah beberapa
teman lelaki juga berpendapat bahwa enak jadi wanita karena tidak harus mencari
pekerjaan dengan modal ijazah yang nantinya didapat karena bisa ‘ikut’ suami.
Ada apa yach dengan masyarakat kita? Bahkan dari kalangan akademisi pun berpandangan
demikian, bukankah harapannya dengan menjadi ‘berpendidikan’ bisa menghasilkan
generasi yang berwawasan luas dan tak
terkungkung dengan cara pandang yang terkesan ‘tradisional’?
‘Tradisional’? Bukankah emansipasi merupakan salah satu tonggak
modernisasi? Yach benar, saya tidak salah menggunakan istilah. Jaman bapak saya
dulu, beliau bersekolah setinggi-tingginya agar mendapat penghidupan yang layak
dengan menjadi pegawai negeri (jaman itu pekerjaan yang paling TOP adalah
pegawai negeri ). Hehehe… saking TOPnya bahkan ada ibu yang mempersyaratkan calon menantunya
berprofesi sebagai pegawai negeri. Bukannya ingin merendahkan pegawai negeri,
karena saya juga anak mantan pegawai negeri, tapi coba dibayangkan berapa
banyak posisi pegawai negeri dan berapa banyak sarjana beberapa tahun terakhir?
Bisa dibayangkan kalau pola pikir kita hanya sekolah untuk jadi pegawai? Nah ….
sekarang merupakan era baru dimana menjadi berpendidikan bukan hanya untuk
menjadi pegawai, tapi jadi pengusaha yang menciptakan lowongan pekerjaan.
Bahkan dimulai dari mana saja, ada yang dari garasi rumah (ingat cerita
pencipta Facebook???), ada yang dari dapur, dan lain sebagainya. Terutama di
jaman internet seperti sekarang, semuanya serba online dan serba komputerisasi.
Sudah berada di gelombang yang sama dengan saya? Hehehe … Ok
kita kembali pada topic awal. Apakah yang sebenarnya diperjuangkan RA.Kartini?
Lalu nilai apa yang bisa dipelajari dan diaplikasikan oleh anak bangsa ini?
Kartini muda tergolong ‘vokal’ untuk kalangan ningrat yang terkenal dengan
ketatnya aturan sopan santun dan adat. Dia memperjuangkan hak yang sama untuk
memperoleh pendidikan antara lelaki dan wanita, dan dia menolak dipanggil
dengan gelar kebangsawanannya. Secara tidak langsung beliau menginginkan
persamaan derajat, antara dirinya dan ‘masyarakat jelata’ di masanya. Lalu apa
yang bisa kita teladani dari sikap beliau?
Gigih dan semangat
yang pantang menyerah, beliau terus memperjuangkan kesempatan belajar
anak-anak wanita di lingkungannya.
Prinsip dan
pemahamannya akan kodrat dan jati dirinya sebagai wanita. Berikut penggalan
surat RA.Kartini:
"Kami di sini memohon diusahakan
pengajaran dan pendidikan anak perempuan, bukan
sekali-kali karena kami menginginkan anak-anak perempuan itu menjadi saingan
laki-laki dalam perjuangan hidupnya. Tapi karena kami yakin akan pengaruhnya
yang besar sekali bagi kaum wanita, agar wanita lebih cakap melakukan
kewajibannya, kewajiban yang diserahkan alam sendiri ke dalam tangannya: menjadi
ibu, pendidik manusia yang pertama-tama" (Surat Kartini kepada Prof. Anton Dan
Nyonya, 4 Oktober 1902).
Sumber: http://aridhoa.blogspot.com/2009/04/andai-kartini-khatam-mengaji.html
sekali-kali karena kami menginginkan anak-anak perempuan itu menjadi saingan
laki-laki dalam perjuangan hidupnya. Tapi karena kami yakin akan pengaruhnya
yang besar sekali bagi kaum wanita, agar wanita lebih cakap melakukan
kewajibannya, kewajiban yang diserahkan alam sendiri ke dalam tangannya: menjadi
ibu, pendidik manusia yang pertama-tama" (Surat Kartini kepada Prof. Anton Dan
Nyonya, 4 Oktober 1902).
Sumber: http://aridhoa.blogspot.com/2009/04/andai-kartini-khatam-mengaji.html
Dari penggalan surat ini kita dapat melihat betapa pun besar
perjuangannya untuk wanita agar mendapatkan pendidikan, ia pun sangat menyadari
posisi dan kodrat penciptaannya sebagai wanita yang tak dapat dipungkiri dan digantikan.
Kebesaran dan
ketulusan hatinya juga dapat dengan jelas tergambar dari penggalan surat
tersebut. Bukan untuk menjadi saingan!!! Wahai para lelaki, wanita diciptakan
dari tulang rusukmu yang dekat dengan lengan agar dapat kau lindungi. Bukan
dari tulang kepala untuk menjadi pemimpinmu, bukan pula dari tulang kakimu agar
jadi bawahanmu. Tapi dari tulang rusukmu, agar jadi patner kehidupanmu.
Subhanallah… betapa indah makna penciptaan wanita. Wahai wanita apakah kau
memahami maksud perjuangan Kartini sebelum kau jauh melangkah meninggalkan
rumah?
Lalu bagaimana kita harus memaknai emansipasi wanita?
Tuisan ini saya buat bukan untuk mengkritik wanita yang
memutuskan untuk menjadi wanita karir, atau membenarkan wanita yang memilih
berkarir dari rumah alias menjadi ibu rumah tangga atau berbisnis dari rumah. Tapi
mari kita pahami bahwa wanita diciptakan oleh Allah SWT dengan fisik yang
berbeda dengan lelaki, tak sekuat lelaki memang, dengan ‘jatah’ hati yang lebih
besar dan seringkali menjadi alas an wanita yang lebih emosional bila
dibandingkan lelaki. Tapi ini toh bukan tanpa maksud, agar saling melengkapi.
Agar saling tolong-menolong, dan saling membutuhkan. Meski tak dapat dipungkiri
kadang kala kita juga menemui wanita yang ‘perkasa’, fisiknya kuat sebanding
dengan lelaki.
Kodrat wanita yang ‘dititipi’ rahim, maka wanita ditugasi
untuk hamil dan juga menyusui anaknya. Tapi ini juga bukan berarti wanita hanya
bisa di rumah saja. Ibu adalah sekolah yang pertama. Anak-anak mulai belajar
sejak di dalam kandungan, oleh sebab itu ibu hamil tidak boleh berkata
sembarangan, karena memang dapat didengar oleh jabang bayi di dalam kandungan. Rasanya
jadi realistis manakala Kartini memperjuangkan pendidikan bagi wanita, karena
dari ibu yang pandailah anak akan belajar lebih banyak pengetahuan. Maka para
wanita di seluruh dunia harus berpendidikan, wanita harus cerdas J.
Emansipasi dapat dimaknai sebagai hak wanita untuk dapat
membuat dan memiliki pilihan untuk menentukan nasib dan kehidupannya tanpa
melupakan kodratnya sebagai wanita, dan tentu saja selama berada dalam koridor
aturan agama serta norma adat yang berlaku.
Wanita ingin mengejar karir? Boleh, silahkan. Sejauh memang
diijinkan oleh orang tua atau suami jika sudah menikah, atau jika memang beliau
adalah tulang punggung keluarga atau kondisinya memang memaksa demikian. Wanita
boleh berkarya.
Wanita memutuskan jadi ibu rumah tangga? Boleh, silahkan.
Toh apa yang dilakukan itu untuk bisa mendidik anak-anak dan menjadi istri yang
baik. Lagi pula jaman sekarang berbisnis dari rumah pun bisa dilakukan para ibu
rumah tangga, meski butuh manajemen yang dasyat menurut pengalaman saya hehehe.
Jadi wahai wanita, apa pilihan anda hari ini? Apapun pilihan
anda, pastikan anda tahu konsekuensi dari setiap pilihan tersebut, jangan
sampai menyesal di akhir hari. Jangan jadi korban isu-isu emansipasi yang tak
anda pahami sepenuhnya, atau jadi korban ‘kodrat’ yang anda yakini. Jadilah
hebat dengan apapun pilihan anda, terus gali potensi anda. Karena dengan
pilihan menjadi ibu rumah tangga bukan alasan anda tak ‘berkembang’. Teruslah
bersinar wanita Indonesia…
Have a nice day….
Sumber :
Rabu, 17 April 2013
Beda? So what gitu loh…?!
Bentuk organ kita beda, satu sama lain. Itulah kenapa kita bisa beraktifitas dengan baik, mereka bekerjasama tanpa sibuk membandingkan bentuk
mereka yang berbeda. Kebayang gak sich kalo organ dalam kita terdiri dari
jantung semua, dengan fungsi jantung semua, semuanya memompa darah, tanpa urat
nadi, tanpa ada yang sangat membutuhkan disuplai, semua memberi tanpa ada yang
merasa perlu menerima. Bisakah kita hidup dengan organ yang sama semua??? Bisakah
kita hidup jika pergerakan jantung dan darah itu tanpa suplai makanan? Cuma darah!
Bisa????
Kalau semua manusia diciptakan Allah SWT memiliki bentuk
tubuh dan wajah yang sama, seolah merupakan hasil clonning, kalau semua memiliki
kemampuan dan bakat serta kekuatan yang sama, masih inginkah kita saling
mengenal??? Masih akan adakah istilah gotong royong??? Masih perlukah orang
lain???
Bayangkan, kalau seisi dunia ini warnanya biru, apakah kita
akan tahu bahwa langit itu berwarna
biru???
Pertanyaannya, dimanakah letak ‘salah’nya menjadi
berbeda?????
Galau mode on .
Bingung, asli…
Sekian kali yang lalu banyak yang memandang sinis, aneh, seolah ada
tanda tanya besar di atas kepalanya, saat melihat orang yang memiliki cara atau
bentuk yang berbeda. Kenapa sih
memangnya kalau beda??? Berkali kali pertanyaan ini muncul di kepalaku,
keliling-keliling dengan suksesnya…huft.
Tapi barangkali begitu juga yach yang dipikirkan orang saat
melihat sesuatu dan ternyata tak sama, kenapa gak sama? Gitu kali yach pertanyaannya,
hehehe ^_^ Lucunya…
Pernah kepikir mungkin latar belakang pendidikan yang rendah
membuat orang berpikir semua harus sama, tapi gak juga lho. Kemarin ngobrol
sama temen jaman sekolah yang sekarang namanya punya buntut gelar pun
menanyakan kenapa aku mengambil keputusan berbeda dengan dia. Kenapa harus sama
coba? Dulu pernah juga ketemu teman kerja yang mengharuskan suatu cara ibadah,
lucunya saat aku tak mendukung eh..malah jadi ikutan dimarahin. Aku yang pake
jilbab lah yang dipermasalahkan, walah…
panjang dech. Intinya si teman kerja yang cukup lama bekerja dengan
pengalaman bertemu berbagai jenis orang ini gak ngejamin juga dia terbuka dan
toleran dengan perbedaan. Masih bingung juga sampai hari ini kenapa kok ya
susah banget kayanya untuk menerima yang namanya ‘beda’ itu.
Pernah nyoba juga untuk sama dengan satu komunitas agar bisa diterima oleh komunitas tersebut, adaptasi nich ceritanya. Memang tak dianggap
aneh, ya iyalah kan udah ditiadakan perbedaannya, Cuma pandangan ‘aneh’ penuh
selidik orang-orang ini (setidaknya komunitas ini) tetep aja ada. Berbaik
sangka aja mereka lagi kelebihan waktu dan tenaga buat kepo hehehe. Dan yang
pasti bukannya nyaman dengan menjadi ‘orang lain’ tadi, tapi aku ‘kehilangan’
diriku dan kebahagianku. Huft … capek.
Gak bisa dipaksa kok untuk bisa memahami orang lain, ke’beda’annya,
keunikan, lengkap dengan kelebihan dan kekurangannya. Syusyehhhh. Masalahnya
tuch yach,
- Allah SWT memang dengan sengaja dan kesadaran penuh menciptakan manusia berbeda satu sama lain, agar saling mengenal
- Manusia diciptakan lengkap dengan kelebihan dan kekurangan, agar saling berbelas kasihan dan membantu
- Kekurangan orang adalah cobaan bagi kita yang lebih, seberapa perduli dengan ‘kekurangan’ orang lain, lalu apa yang kita lakukan dengan itu? Diinjak atau diangkat?!
Anyway bus way… trus musti gimana donk
Gimana kalau sejauh yang ‘beda’ tadi tidak menyalahi aturan
norma adat, norma agama, norma social, hukum yang berlaku di negara ini, dan
aturan agama dan kepercayaan kita maka let it be. Biarkan dia berkembang biak
dengan sendirinya di alamnya masing-masing ^_^
Bukannya gak peduli, gak lagi tepo seliro, gak mau menyatu
dengan lingkungan, masalahnya adalah sebuah kejahatan yang dasyat saat kita ‘merampok’
jati diri seseorang dari dia yang sebenarnya kan?! Kasian lho, tersiksa pasti.
Gimana kalau gini,
- Coba kita mengenal apa sih yang ‘beda’, kenapa bisa ‘beda’, apa dasar pertimbangannya sampai bisa ‘beda’, karena semuanya pasti melalui sebuah proses yang gak sebentar.
- Coba pahami, setidaknya belajar berempati agar kita lebih mudah memahaminya.
- Kalau gak bisa paham, masih ‘gak habis pikir’ aja. Ya sudah hormati saja dia yang ‘beda’ lengkap dengan ‘paket’ penciptaannya yang sudah diskenariokan oleh pencipta-Nya. Terutama kalau perbedaan itu tak merugikan kita.
- Jangan paksakan ‘cara’ kita, terutama jika kita tak mau dipaksa dengan ‘cara’ dia.
Benar menurut kita belum tentu benar menurut Allah SWT, baik menurut kita belum tentu baik menurut Allah SWT
Sebagai manusia kita tak berhak menghakimi, karena kita
bukan yang Maha Suci. Selalu ada kemungkinan kita melakukan kesalahan, khilaf,
juga dosa. Beda itu indah kok J
Hehehe ^^… panjang yach rumpiii kali ini, semoga bissa jadi
bahan renungan dan pembelajaran kita semua
Have a nice day… ^_^
Senin, 08 April 2013
Perlukah Mengeluh Besarkan Calon Presiden?
“Anak saya tidak bisa diam, saya capek”
“Hobinya main lumpur, susah nyuci bajunya”
“Kalau sudah tanya tidak bisa berhenti, akhirnya saya keluarkan jurus ‘pokoknya’”
Hehehe… pernah dengar kata-kata ini? Atau kah mengalaminya
sendiri dengan putra putri ibu-ibu sekalian. Lucu yach, sejak merencanakan
untuk memiliki momongan umumnya calon orang tua berangan-angan memiliki
anak-anak yang sehat, pintar, kuat dan lain sebagainya. Setelah anak-anak besar
dan mulai bereksplorasi dengan anggota tubuh dan lingkungannya maka apa yang
kemudian muncul dalam benak kita? Anak yang nakal lah, tidak bisa diam lah,
merepotkan lah. Waaahhh lucu sekali yach para orang tua ini hehehe…
Heran gak habis-habis kalau dipikir, benar atau betul? Perlu
diingat yah para mama dan papa sekalian, anak yang pintar ditandai dengan keingin
tahuan yang dasyat. Terutama pada tahun emas mereka, yakni 0-6 tahun. Di tahun
emas anak-anak mudah menyerap informasi apapun yang masuk ke otak mereka, dan
terekam dengan sempurna. Baik yang dapat mereka lihat, dengar, kecap, sentuh maupun
cium. Hal inilah mengapa mereka menjadi peniru yang hebat di usia ini. Ibaratnya
otak anak seperti spon yang perkembangannya bisa mencapai 95%, wooowwww
kebayang kan yach betapa dasyatnya. Hal inilah yang menjadi dasar kenapa sedini
mungkin si anak harus diajaran nilai-nilai moral dan agama, selain penyerapan
dan pemahamannya (meski secara sederhana) yang luar biasa juga karena menginjak
usia yang lebih besar lagi anak mulai harus berinteraksi dengan lingkungan
sosialnya tanpa didampingi orang tuanya. Sehingga pelurusan kebiasaan atau
pengaruh buruk tidak dapat langsung dilakukan.
Di usia emas juga motorik kasar anak mulai mengalami
perkembangan. Motorik kasar ini lebih pada organ gerak, terutama tangan dan
kaki. Mereka mulai leluasa berlari, melompat, berguling-guling dan aktifitas
fisik lainnya. Dan dimulailah ‘belajar’ kotor-kotoran hehehe…. Jika anak-anak
aktif, reaktif terhadap lingkungan, berat badan dan tinggi bertambah bukankah
berarti anak-anak kita sehat mama papa? Umumnya anak-anak sehat juga ditandai
dengan rasa ingin tahu, selain sebagai tanda bahwa anak tersebut cerdas.
Selain rasa ingin tahu yang besar, anak yang cerdas juga
ditandai dengan ingatannya yang kuat. Selain itu mereka umumnya juga memiliki ketertarikan atau minat pada
berbagai hal, menunjukkan bakat pada msik dan seni, serta mampu menulis dan
membaca lebih cepat.
Luar biasa ya, ternyata dibandingkan perkembangan mereka yang
luar biasa maka rasa lelah dan baju kotor yang tak habis-habis serta pertanyaan
yang membuat mama papa kehabisan jawaban, sama sekali tak ada artinya. Sebanding
yach dengan pengorbanannya, terbayar lunas dech ;).
Tenang mama papa, anak-anak yang ‘merepotkan’ itu merupakan
calon pemimpin bangsa bahkan dunia. Perlukah kita mengeluhkan rasa lelah jika
kita sadari bahwa rasa lelah ini karena membesarkan dan mendidik para ‘calon
presiden’?
Pendidikan yang pertama dan utama itu ada di rumah
Akan adakah keluhan menyiram tanaman jika kita tahu bahwa
tanaman yang kita siram itu adalah ‘calon’ pohon jati yang harganya mahal?
Jadi mama papa, mulai hari ini tersenyumlah menghadapi
kenakalan dan tingkah polah anak-anak kita. Jika anak-anak aktif itu berarti
mereka sehat, dan jika mereka sehat berarti mereka hidup. Setidaknya syukurilah
kehidupan mereka jika teramat sulit menghadapi kerepotan karena anak-anak
dengan senyuman.
Lets smile…
Have a nice day…. ;)
Sumber:
Kamis, 04 April 2013
Inspirasi, dimanakah kau berada...?
Inspirasi...
apakah inspirasi?
Dimanakah dia berasal? kemanakah harus dicari?
Kapankah munculnya?
Bagaimanakah menggunakannya untuk membaikkan kehidupan kita?
Pengertian inspirasi menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia adalah ilham. Sedangkan ilham sendiri memiliki beberapa pengertian, yakni:
Hari ini kita akan bicara tentang inspirasi yang berasal dari kejadian di sekitar kita, yang mampu menggerakkan hati kita kemudian mendorong untuk melakukan suatu tindakan. Setuju dengan pengertian dari Kamus Besar seperti yang disebutkan di atas. Saya meyakini kalo kejadian di sekitar kita merupakan petunjuk dari Tuhan (Allah SWT), baik untuk permasalahan yang sedang kita hadapi atau sekedar ketukan di hati. Masalahnya berapa banyak dari kita yang menjadikan lingkungan di sekitar kita merupakan 'ilmu'-Nya, merupakan ayat yang harusnya dimaknai dan dipahami sehingga mampu kita terapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Dimana harus mencari inspirasi? Seperti yang telah saya sampaikan di atas, inspirasi ada di manapun, disekitar kita, tentu saja bagi yang mau berpikir. Merenungkan, mengambil pelajaran.
Lalu kapankah hadirnya sang inspirasi? kapan saja, saat kita mau mengamati lebih teliti, saat kita dapat memaknai, saat kita mau berpikir.
Dan bagaimana menggunakannya?
Merenungkan. Harus diakui bahwa setiap orang diciptakan berbeda, baik secara fisik maupun kejiwaan. Suatu hal yang terjadi bisa menjadi titik tolak, akan tetapi kemana arah tolakan itu sangat tergantung dari karakter dan cara berpikir dari setiap orang tersebut. Saya pernah baca suatu artikel yang inspiratif menurut saya, dari suatu tabloid wanita. Singkatnya begini ceritanya, seorang ayah perokok memiliki 2 (dua) orang anak lelaki. Katakanlah namanya A dan B. Terinspirasi dari ayahnya yang perokok maka si A memutuskan menjadi perokok, argumennya "ayahku kan seorang perokok, maka aku juga akan menjadi perokok, bukankah dia yang mencontohkan? kenapa aku harus jadi orang yang anti rokok jika ayahku perokok, buah jatuh tak jauh dari pohonnya". Tahukah anda apa yang dilakukan B? B memutuskan untuk tak akan menyentuh rokok, tidak akan jadi seperti ayahnya yang perokok. Alasannya " cukup ayahku yang menjadi perokok, aku tak mau jadi perokok, karena aku tahu apa akibat merokok pada ayahku. aku memilih hidup sehat jauh dari rokok, aku tak mau jadi korban keadaan". See... inspirasi hanya merupakan titik tolak, kemana arah tolakan jelas merupakan tanggung jawab kita sepenuhnya.
Kita bisa memilih menjadikan inspirasi ini pelajaran, pengingat dan evaluasi untuk kemudian menjadi landasan dan alasan untuk membaikkan hidup kita ataukah melakukan yang sebaliknya. Mengulanginya dan terus terjatuh pada lubang yang sama. Hidup kita merupakan tanggung jawab kita sepenuhnya, jadi korban keadaan atau tidak itu merupakan pilihan kita sepenuhnya. Jadi 'anak-anak' di usia dewasa atau menjadi dewasa dan bijaksana seiring bertambahnya usia? kembali lagi, itu pilihan anda!!!
Have a nice day
Sumber:
www.kbbi.web.id
apakah inspirasi?
Dimanakah dia berasal? kemanakah harus dicari?
Kapankah munculnya?
Bagaimanakah menggunakannya untuk membaikkan kehidupan kita?
Pengertian inspirasi menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia adalah ilham. Sedangkan ilham sendiri memiliki beberapa pengertian, yakni:
- petunjuk Tuhan yang timbul di hati
- pikiran (angan-angan) yang timbul dr hati; bisikan dari hati
- sesuatu yang menggerakkan hati untuk mencipta (mengarang syair, lagu, dsb)
Hari ini kita akan bicara tentang inspirasi yang berasal dari kejadian di sekitar kita, yang mampu menggerakkan hati kita kemudian mendorong untuk melakukan suatu tindakan. Setuju dengan pengertian dari Kamus Besar seperti yang disebutkan di atas. Saya meyakini kalo kejadian di sekitar kita merupakan petunjuk dari Tuhan (Allah SWT), baik untuk permasalahan yang sedang kita hadapi atau sekedar ketukan di hati. Masalahnya berapa banyak dari kita yang menjadikan lingkungan di sekitar kita merupakan 'ilmu'-Nya, merupakan ayat yang harusnya dimaknai dan dipahami sehingga mampu kita terapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Dimana harus mencari inspirasi? Seperti yang telah saya sampaikan di atas, inspirasi ada di manapun, disekitar kita, tentu saja bagi yang mau berpikir. Merenungkan, mengambil pelajaran.
Lalu kapankah hadirnya sang inspirasi? kapan saja, saat kita mau mengamati lebih teliti, saat kita dapat memaknai, saat kita mau berpikir.
Dan bagaimana menggunakannya?
Merenungkan. Harus diakui bahwa setiap orang diciptakan berbeda, baik secara fisik maupun kejiwaan. Suatu hal yang terjadi bisa menjadi titik tolak, akan tetapi kemana arah tolakan itu sangat tergantung dari karakter dan cara berpikir dari setiap orang tersebut. Saya pernah baca suatu artikel yang inspiratif menurut saya, dari suatu tabloid wanita. Singkatnya begini ceritanya, seorang ayah perokok memiliki 2 (dua) orang anak lelaki. Katakanlah namanya A dan B. Terinspirasi dari ayahnya yang perokok maka si A memutuskan menjadi perokok, argumennya "ayahku kan seorang perokok, maka aku juga akan menjadi perokok, bukankah dia yang mencontohkan? kenapa aku harus jadi orang yang anti rokok jika ayahku perokok, buah jatuh tak jauh dari pohonnya". Tahukah anda apa yang dilakukan B? B memutuskan untuk tak akan menyentuh rokok, tidak akan jadi seperti ayahnya yang perokok. Alasannya " cukup ayahku yang menjadi perokok, aku tak mau jadi perokok, karena aku tahu apa akibat merokok pada ayahku. aku memilih hidup sehat jauh dari rokok, aku tak mau jadi korban keadaan". See... inspirasi hanya merupakan titik tolak, kemana arah tolakan jelas merupakan tanggung jawab kita sepenuhnya.
Kita bisa memilih menjadikan inspirasi ini pelajaran, pengingat dan evaluasi untuk kemudian menjadi landasan dan alasan untuk membaikkan hidup kita ataukah melakukan yang sebaliknya. Mengulanginya dan terus terjatuh pada lubang yang sama. Hidup kita merupakan tanggung jawab kita sepenuhnya, jadi korban keadaan atau tidak itu merupakan pilihan kita sepenuhnya. Jadi 'anak-anak' di usia dewasa atau menjadi dewasa dan bijaksana seiring bertambahnya usia? kembali lagi, itu pilihan anda!!!
Jadilah sukses dengan berdiri dengan kaki sendiri, jangan sukses dengan menginjak kepala orang lainLets improve our life guys, be better person
Have a nice day
Sumber:
www.kbbi.web.id
Selasa, 26 Maret 2013
Belajar dari Kura-kura
Pernah lihat kura-kura? Benar sekali….itu tu binatang
bercangkang super keras dan berjalan super laaaammmaaa. Hehehehe mungkin mereka
berasal dari suku jawa yach?! Karena prinsipnya “ alon-alon waton kelakon”
alias pelan- pelan asal jadi atau pelan-pelan asal selamat xixixixi…. Becanda guys
Biar pelan jalannya tapi umurnya panjang lho, makanya untuk
etnis tiong hoa si kura-kura dijadikan symbol umur panjang. Ada lagi ni yang
seru dari si kura-kura ini, pada saat bertelur! Selain jumlah telurnya yang
banyak, dia juga menimbun para telur dengan pasir. Biasanya mereka bertelur di
pantai. Menimbun ini fungsinya untuk melindungi para telur dari predator.
Karena kemudian ditinggal oleh si induk. Bukan karena sadis dan gak bertanggung
jawab, tapi ini adalah caranya mendidik si anak untuk mandiri dan langsung
menghadapi dunia. Dahsyatnya si anak begitu menetas dari telur mereka gak cuma berusaha
keluar dari pasir tapi juga harus berjuang jalan sampai ke air. Biasanya dari
sekian banyaknya telur yang menetas gak semuanya selamat sampai ke air. Tahukah
anda sekalian? Anak kura-kura harus bertahan menghadapi predatornya, biasanya
elang, kalau gak dimakan ya selamat tapi kalau dimakan yach….wasalam ddech L .
Apasih yang bisa kita ambil hikmah dan pelajari dari proses
induk kura-kura bertelur dan seterusnya itu?
- Kura-kura bertelur dalam diam, ditimbun lagi. Terjemahan bebas saya nie… berarti si kura-kura itu ngajarin buat rendah hati alias jangan sombong. Biar buah karya kita bicara atas nama kita, biasanya sih lebih kenceng suaranya. Dari pada kita promosi tentang kebisaan kita tapi kenyataannya masih dipertanyakan. Bener kan?!
- Kura-kura membiarkan anaknya berjuang untuk kehidupan mereka sendiri. Sadis kelihatannya, tapi bijaksana kok. Pada akhirnya anak-anak akan berjuang sendiri dalam kehidupannya, cepat atau lambat mereka harus sendiri. Tidak terlalu cepat, lebih cepat lebih baik kok untuk mandiri. Tidak ada ruginya. Demikian juga dengan kehidupan manusia, tidak samapai hati melihat anak terjatuh saat belajar berjalan membuat kita terus memegangi tangannya. Tapi sudahkah kita mempertimbangkan akibatnya? Anak-anak jadi takut jalan sendiri, tidak percaya diri, cenderung rapuh dan tergantung pada orang tua atau orang lain. Kasian yach L… Mari belajar bijak dalam mendidik anak dari kura-kura yach…
- Proses anak kura-kura berjuang menuju laut adalah ‘seleksi alam’, setuju??? Hanya yang kuat yang akan bertahan, percaya gak percaya modal ini lah yang akan membuat mereka siap untuk mempertahankan kehidupannya sepanjang sisa usia mereka , ciiieeeee ^_^ ….. puitis nian. Kesulitanlah yang membuat manusia menjadi kuat, setidaknya proses panjang itu yang ‘memaksa’ kita untuk belajar / berubah menjadi lebih tangguh.
Luar biasa yach ilmu Allah SWT yang dihadirkan melalui sang
kura-kura ini, ciieeee sok bijak mode on xixixixi ^_^
Anyway, semoga rumpiii kita hari ini bisa diambil manfaatnya
yach….
Have a nice day guys… ^_^Rabu, 20 Maret 2013
Belajar Sehat dari Alm.Tata Dado
Kenal dengan artis yang satu ini? Udah gak asing dong buat
para pecinta acara televisi. Beberapa hari terakhir terutama yach, sering
dibahas tentang Alm.Tata Dado. Banyak juga lho ya sumbangsih lamarhum buat
dunia seni Indonesia, tidak bisa dipungkiri donk yach.
Ada satu poin yang aku pingin sampaikan. Di salah satu
wawancara disampaikan oleh keluarga almarhum bahwa almarhum dan keluarganya
memiliki keturunan penyakit diabetes. Ini berarti Almarhum sudah tahu penyakit
kencing manis yang dimilikinya, dan beritanya juga tipikal orang yang menjaga
kesehatan lho, dengan olahraga renang misalnya. Good point sih sebenarnya.
Dari ceritanya Alm.Tata Dado, aq juga baru tahu kalo ternyata
olahraga saja gak cukup lho buat ngejaga badan tetap sehat, terutama kalo kita
udah punya penyakit gitu. Dari hasil googling, ternyata eh ternyata sang
penyakit diabetes itu ada beberapa tipe lho. Hufft… pusing juga bacanya, dengan
bahasa yang tak kumengerti .
Masalahnya adalah, kalo udah terlanjur mengidap penyakit
diabetes apa yang harus dilakuin yach? Kan bukan berarti berakhir donk
kehidupannya. Ini beberapa tips (dari berbagai sumber )
Makan dengan diet diabetes, diantaranya yakni :
- Makan makanan dengan karbohidrat, serat (sayur segar, nasi merah, oat, dll)
- Makan daging dengan kadar lemak rendah, buah segar, susu khusus buat penderita diabetes
- Buncis, bawang merah, bawang putih
- Kurangi dan hindari makanan dengan kadar sodium tinggi dan makanan kalengan
- Olah raga teratur
- Jaga berat badan
Lalu bagaimana untuk menghindari penyakit ini yach?
Ini beberapa tips yang perlu dicoba dan diterapkan guys…
- Olahraga teratur, banyak bergerak
- Kurangi makanan atau minuman ber’gula’
- Hindari mengonsumsi lemak trans (banyak digunakan dalam makanan olahan dan cepat saji)
- Say no to MEROKOK!, berhenti merokok ya guys…
- Kurangi lemak hewani, bukan tidak mengkonsumsi sama sekali ya…
- Turunkan berat badan anda
- Makan banyak buah dan sayur , makanan sarat serat
- Konsumsi kacang-kacangan dan biji-bijian
- Konsumsi susu rendah lemak
- Cari dukungan dan saling mendukung dengan lingkungan terdekat untuk hidup sehat
Lengkaplah sudah yach…. Sudah ada contoh nyata, lengkap
dengan tips mencegah dan gaya hidup sehat buat penderita diabetes. Saran aja
sih, gak ada salahnya lho kalo kita rajin cek darah. Gimana kadar gula darah
kita, dari situ ketauan deh gaya hidup kita selama ini udah ok apa belum dan
berimbas ke kadar gula darah atau tidak.
So ayo hidup sehat guy…
“Dalam tubuh yang sehat terdapat jiwa yang kuat”
Sumber:
http://majalahkesehatan.com/10-tips-mencegah-diabetes-mellitus/
Rabu, 23 Januari 2013
Buah Kejujuran itu Pahit?
Katakan kejujuran itu meski sepahit apapun. Hehehe sok
puitis gimana getoooh yach ^_^
Tapi bener loh, kadang kala mendengar kebohongan yang manis
emang lebih menyenangkan. Karena kadang kala kondisi yang sebenarnya alias kejujuran
itu memang tak sesuai dengan yang kita harapkan. Sebagai manusia kita pasti
mengharapkan yang baik dunk yach bagi kita, tapi kenyataannya tidak selalu
berpihak pada kita. Itulah hidup ;) . Setidaknya hargai kejujuran yg kita dengar, krn butuh keberanian untuk bisa jujur.
Tapi 50:50 kok perbandingannya, bisa baik tapi bisa juga tidak
menyenangkan akibat dari tersampaikannya kejujuran itu tadi. Sekalipun tujuan
dari menyampaikan dari kejujuran itu sendiri baik, gak menjamin lho akan dapat
umpan balik/tanggapan yang baik dari yang mendengarnya. Balik lagi, tergantung
kepentingannya. Kalau kejujuran itu sesuai dengan kepentingan orang tersebut
maka umumnya tanggapannya akan positif, sebaliknya jika tidak sesuai dengan
kepentingannya maka responnya umumnya negative. Manusiawi guys, begitulah
manusia. Dimaklumi yach, mungkin kapasitasnya memang baru bisa bersikap
impulsive alias spontan tanpa ditimbang dan direnungkan terlebih dahulu.
Seandainya kita sebagai penyampai kejujuran, musti siap-siap
lho guys… Yach benar, siap dengan segala konsekuensi dari tindakan kita. Karena
tidak selalu si kebenaran dan kejujuran itu dapat diterima baik oleh semua
orang, terutama bagi yang tidak merasa diuntungkan oleh kebenaran tersebut. Butuh
keberanian yach buat menyampaikan kejujuran itu?!
Tenang guys, jangan skeptic gitu juga. Karena takut akan
akibat gak enaknya trus jadi memutuskan untuk tidak menyampaikan kebenaran
tersebut. Memang ada kemungkinan akan ada feed back yang gak enak, tapi
setidaknya begini guys… dengan berkata jujur maka anda akan terbebas dari rasa
was-was serta beban karena anda tahu kebenaran tapi tidak menyampaikannya.
Benar, tidak semua kebenaran harus disampaikan saat itu juga. Ada beberapa
permasalahan yang lebih bijak jika ditunda untuk diungkap kebenaran, ada juga
yang lebih cepat lebih baik. Lebih baik jujur dari pada bohong, lebih baik
ditunda dari pada bohong. Dari pengalamanku sih jadi lebih lega aja setelah
bisa ngomong jujur, meski adakalanya sedih karena penerimaannya gak baik hehehe
;). Semuanya saya kembalikan pada kebijaksanaan dan kedewasaan berfikir anda.
Semoga sepenggal tulisan ini bisa jadi bahan renungan, good luck…
Have a nice day…^_^
Minggu, 20 Januari 2013
Kepercayaan bukan Hadiah
Percaya dengan seseorang yang kita kenal sejak lama atau
tidak percaya pada seseorang sejak pertama bertemu? Sebenarnya bagaimana sih
proses kepercayaan pada seseorang itu muncul? Layaknya pemberian hadiah ataukah
sesuatu yang harus dicapai bahkan diperjuangkan?
Percaya atau tidak, lamanya kita mengenal seseorang tidak
menjamin kepercayaan itu akan hadir. Kadang kala rasanya telah mengenal selama
10 tahun tapi ternyata tidak tahu dalamnya hati atau karakter orang tersebut
seperti apa, dan sesungguhnya kepercayaan itu tidak pernah bias diberikan. Tapi
juga ada kasus dimana baru berkenalan beberapa hari tapi kita rasanya bisa
dengan gampangnya percaya pada seseorang. Dalam hal ini kita kesampingkan
hipnotis dan sejenisnya yach…
“Kepercayaan butuh bukti”
Yes, it does. Sebelum orang percaya kepada kita, maka kita
akan dituntut untuk membuktikan bahwa kita memang layak untuk dipercaya. Baik
untuk suatu pekerjaan, proyek seharga milayaran dollar, maupun sebatas
penyampai pesan. Hal ini tidak hanya
pada orang yang tidak kita kenal, tapi juga orang-orang terdekat bahkan saudara
kandung maupun orang tua kita. Sama saja. Terutama jika kepercayaan yang telah
diberikan pada kita kemudian kita rusak, alias kita kecewakan atau kita
khianati. Maka untuk mendapatkan kembali si kepercayaan, anda harus benar-benar
‘berjuang’ untuk mendapatkannya. Hehehe….lebay yach?!
Tapi bener lho… setelah
dikecewakan sering kali kita akan memberi kesempatan, akan tetapi
kepercayaan kita tak akan lagi sama besarnya dengan kepercayaan kita pada orang
tersebut. Habis gak ada garansi kan guys kalau orang tersebut tidak akan
berkhianat. Bener sih, orang tersebut berhak mendapatkan kesempatan kedua.
Orang tersebut toh masih tetap manusia, dan ada kemungkinan telah bertobat juga
berubah. Kita tidak berhak menghakimi kan? Lagi pula bisa aja karena kuasa
Allah SWT yang maha pembolak balik hati, kemudian orang tersebut mendapat
hidayah. Who knows?
Gini guys, gak tahu gimana dengan anda-anda sekalian, cuma
buat aku sih dengan demikian gak gampangnya mendapat kepercayaan dari seseorang
maka wajib lho hukumnya buat menjaga kepercayaan itu. Sekali ternoda maka akan
membutuhkan “perjuangan” untuk mendapatkannya kembali. Pengalamanku sih gitu.
Jangan remehkan hal kecil, seringkali hal besar dilihat dan dinilai dari hal
kecil yang kita anggap sepele lho. Contohnya karakter pribadi seseorang, gimana
bisa dipercaya menduduki suatu tingkatan kepangkatan yang tinggi kalau orangnya
aja gak jujur dan gak amanah. Ya khan??? Setuju apa setuju? Hehehe ;)
Semoga bisa jadi bahan renungan yah celotehan saya ini….
Have a nice day… ^_^
Senin, 14 Januari 2013
Cara Sederhana Ikut Selamatkan Bumi!!!
Gak gitu juga kaleee….. Ciyusss??? Miapa???? Mi kamyuuuuhhh…. Hehehe lebay dot com deh
ahhh ^_^
Jangan pikirkan hal yang jauh dan tak terjangkau tangan
guys. Memang tidak mudah untuk mengembalikan keadaan bumi tercinta ini kepada
keadaannya yang semula, tergolong ‘hil yang mustahal’ malah menurut saya. Gimana
coba caranya mengembalikan kehijauan hutan di Kalimantan yang sudah terlanjur
hangus terbakar dalam waktu sekejab mata? Agak bingung cara mendatangkan robot
kucing yang punya kantung ajaib itu kan sodara-sodara? Ok kita akui manusia
memang mengambil peran dalam rusaknya lingkungan hidup di sekitar kita kan? So
apa yang bisa kita lakukan untuk menyelesaikan masalah yang ada? Yah setidaknya
mengurangi…
Dari berbagai sumber yang bisa saya temukan (hehehe ^_^),
beberapa langkah sederhana yang bisa anda lakukan di lingkungan terdekat antara
lain….
- Buanglah sampah pada tempatnya, sediakan tong sampah dalam jumlah yang memadai di rumah dan kantor anda.
- Pisahkan sampah organic dan anorganik, kemudian olah sampah organic menjadi pupuk kompos. Sambil menyelam minum air yach…?
- Belanja menggunakan keranjang belanja yang anda bawa sendiri dari rumah, sehingga anda bisa meminimalkan penggunaan plastic kresek.
- Gunakan kembali plastic kresek untuk membuang sampah atau keperluan anda yang lainnya.
- Gunakan batrai isi ulang, sehingga bisa discharge ulang.
- Beli produk rumahan dalam bentuk refillnya saja ya guys
- Berkebun, tanam tanaman hias atau rempah bumbu dapur di halaman depan atau halaman belakang rumah anda. Selain untuk menghijaukan lingkungan juga ada nilai ekonomisnya lho J.
- Gunakan kertas yang baru dipakai satu sisinya untuk mencetak resep masakan yang anda dapat dari internet, atau gunakan untuk ruang menggambar bagi putra putri anda.
- Perbaiki kran di rumah yang rusak, hal ini dapat menghemat air karena kebocoran yang terjadi.
- Gunakan lampu hemat energy.
- Matikan peralatan elektronik yang sudah tidak dipakai.
- Minimalkan penggunaan mesin cuci. Hal ini dapat dilakukan dengan mencuci pakaian kotor jika sudah banyak, gunakan mesin pengering hanya pada cuaca yang mendung atau hujan.
- Minimalkan penggunaan AC, kipas angin dan lampu dengan cara maksimalkan bukaan (jendela, ventilasi, dan pintu) sehingga sirkulasi udara dan cahaya yang cukup dapat masuk dengan baik ke rumah anda.
- Ajak keluarga atau kenalan anda untuk turut serta menjaga lingkungan.
Fiuh… banyak juga yach yang bisa kita lakukan. Mari kita
mulai dari sekarang, di sekitar kita, dan dari kita sendiri…
Have a nice green days…. ^_^
Sumber gambar:
Jumat, 11 Januari 2013
Global Warming = Warisan buat Anak Cucu?
OMG…. Sedihnya yach jika satu-satunya yang dapat kita
tinggalkan untuk generasi penerus kita adalah
bumi yang tandus dengan udara beracun, atau peperangan dunia untuk
memperebutkan air bersih. Terkesan lebay memang perumpamaan diatas, tapi itulah
yang akan terjadi jika kita tak kunjung peduli dengan kelestarian bumi kita
tercinta ini. Seperti apa warisan yang akan kita tinggalkan untuk anak cucu, itu
pilihan kita!!!
Apa pertanyaan yang muncul dibenak anda? Mengapa saya yang
harus peduli? Kan bukan saya yang mengotori udara, mencemarkan air, atau menebang
pohon di hutan? Kenapa saya yang harus bertanggung jawab? Tolong jawab
pertanyaan saya, lalu siapa? Para pendahulu kita? Atau para hewan? Atau
salahnya pohon kenapa dia mau ditebang? Hehehe…. Lucunya. Semua upaya yang
dilakukan dalam proses pemenuhan kebutuhan manusia sering kali menimbulkan
sampah bagi bumi ini, baik berupa emisi karbon, atau limbah cair yang dibuang
begitu saja di sungai. Pada akhirnya kita jugalah yang harus menanggung
akibatnya. Coba anda renungkan sebentar, pada jaman dahulu berapa banyak anda
dengar bayi yang terserang penyakit flek paru-paru? Bandingkan dengan yang anda
dengar sekarang. Contoh saja, saya punya 4 orang keponakan yang 3 diantaranya
pernah terjangkit penyakit flek paru-paru. Miris yach…
Terlalu jauh kalau yang kita bayangkan adalah menghijaukan
bumi ini, bumi ini terlalu besar untuk kita jangkau seorang diri sodara. Tenang,
1000 jalan menuju Roma. Mulailah dari kita sendiri, di lingungan terdekat,
mulai sekarang juga, mulai dari hal paling sederhana! Buang sampah pada
tempatnya misalnya. Ada banyak hal mudah yang dapat anda lakukan, akan saya
sampaikan pada artikel berikutnya.
Ok guys, mulai sekarang tanamkan rasa cinta pada bumi ini.
Lakukan ini untuk kita sendiri, anak dan cucu kita kelak.
Lets go green…
Have a nice day… J
Lokasi:
Indonesia
Selasa, 08 Januari 2013
Belajar Mendidik dari Kupu-kupu
Beberapa waktu yang lalu saya membaca sebuah artikel, maaf
saya lupa siapa penulisnya, akan saya coba bagi di sini inti ceritanya. Artikel
tersebut berkisah tentang seseorang yang melihat proses seekor kupu-kupu
berusaha keluar dari kepompong, dan karena tidak sampai hati melihat kupu-kupu
tersebut kesulitan dan terlihat kelelahan (karena berhenti sejenak sebelum
melanjutkan prosesnya, dan berulang-ulang) maka akhirnya orang tersebut
memutuskan untuk membantu. Dia mengambil gunting dan kemudian segera
menggunting sisa kepompong yang menyulitkan si kupu-kupu. Tahukah anda apa yang terjadi pada kupu-kupu
tersebut? Badan kupu-kupu yang keluar lebih dulu terlihat lebih kecil,
sementara badan yang tidak keluar melalui ujung kepompong menjadi besar dan
berat. Ternyata proses keluar dari lubang kepompong yang kecil tersebut juga
berfungsi untuk mengecilkan badan kupu-kupu, sehingga cukup ringan untuk dibawa
terbang. Setelah beberapa hari si
kupu-kupu tidak dapat terbang karena badannya terlalu berat untuk terbang, dan
akhirnya kupu-kupu tersebut wafat dengan suksesnya. Sedih yach hiks…hiks….hiks….
T_T
Ini pesan yang pingin saya bagi di sini, kadang kala proses
untuk ‘tahu’ dan ‘bisa’ membutuhkan proses panjang yang kadang kala
menyakitkan. Dan jujur saja, saat orang-orang terdekat harus melalui itu maka ‘ego’
kita untuk membantu bahkan melindungi akan dengan suksesnya meluncur menawarkan
diri. Tapi you know what guys… kadang
kala mereka memang harus melalui proses tersebut . Dan bila dipaksakan kita
terlalu melindungi maka mereka akan jadi lemah dan menjadi sangat tergantung
pada kita, lalu apa yang akan terjadi jika mereka harus menghadapi dunia
sendiri tanpa kita? Tegakan kita membiarkan mereka begitu lemahnya saat harus
sendiri.
Yes it does, benar… mendidik bukan hanya mengajarkan orang
tentang sesuatu tapi juga membesarkan hati kita, membiarkan orang tersebut
melakukan sendiri bahkan melakukan kesalahan. Tidakkah yang seharusnya kita
lakukan adalah membantu mereka untuk menyelesaikan masalah pasca mereka membuat
kesalahan jika memang dibutuhkan? Setuju???
Selamat mendidik
orang terkasih di sekitar anda serta menguatkan hati anda yach, semoga
sepenggal cerita ini bermanfaat ….
See you, have a nice day...…. ^_^
Selasa, 04 Desember 2012
Cara Membantu Orang Terdekat Sepeninggal Orang Terkasih
Sedih karna kehilangan orang-orang tercinta? Atau patah
hati? Banyak hal yang terjadi
saat masih bersama orang tercinta atau barang-barang meninggalkan kenangan
rasanya menjadikan hari-hari yang harus dilalui tanpa orang-orang tercinta
menjadi semakin berat, bahkan mungkin membuat kita enggan melanjutkan
kehidupan. Berdasarkan pengalaman yang saya alami, begitulah beberapa hal yang
harus dihadapi sepeninggalan mereka. Mungkin terkesan mendramatisir keadaan,
atau melebih-lebihkan. Tapi begitulah yang sebenar-benarnya terjadi pada saya.
Kesedihan
pasti membuat kita ‘galau’, meski tak semua orang ABG ;). Tapi kepergian orang
tercinta memang membuat kita shock, terdiam, tidak bias berkata-kata, bahkan ternganga
dengan suksesnya. Orang-orang tercinta yang pergi meninggalkan kita, atau
bahkan yang terpisahkan oleh kematian, bukan untuk dilupakan. Mereka tidak
pernah meninggalkan jiwa kita, hanya hilang secara fisik. Biarkan kenangan
mereka hadir dan terus hidup dalam benak kita, sejauh tidak merusak kehidupan
kita tentunya. Beriringan dengan kehidupan kita yang harus terus dijalani.
Pengalaman
ditinggal putra pertama saya benar-benar membuat hancur, bingung, kehilangan
arah, bahkan kehilangan alasan untuk hidup. Sempat terlintas untuk menyusul
kepergiannya :(, mengakhiri kehidupan saya sebelum waktunya alias bunuh diri.
Alhamdulillah itu hanya dalam fikiran saya. Pikiran ini muncul karena tertekan
oleh rasa bersalah, merasa sendiri, bahkan merasa tidak dimengerti oleh orang
terdekat saya. Saya bersyukur masih disadarkan oleh fikiran bahwa dalam ajaran
agama saya seandainya saya bunuh diri, maka saya akan masuk neraka. Dan itu
berarti saya tidak akan bertemu dengan putra saya, padahal bertemu dengan putra
saya adalah alasan untuk mati. Percuma dong kalo gitu. Dan akhirnya di sini
lah saya, masih hidup dan berusaha hidup untuk yang hidup.
Dan inilah
alasan kenapa saya tulis artikel ini, saya ingin berbagi dengan semua orang
agar anda semua tahu bagaimana kepergian itu dilihat dari kaca mata orang yang
ditinggalkan. Meski respon tiap orang berbeda, semoga menambah satu sudut
pandang anda dalam memahami sesuatu.
Hal pertama
yang saya lakukan setelah tersadar dari shock setelah mendengar kabar
kehilangan itu (saya sempat ber ooo panjang ;) ), saya mengakui bahwa sedang bersedih dan terus meyakinkan diri bahwa
bersedih dan menangis adalah hal yang wajar setelah kita kehilangan orang
tercinta dan bukannya tindakan orang yang lemah atau pengecut. Menangis adalah
pelepasan tekanan yang saya rasakan, setelah seharian berpura-pura bahwa saya
‘baik-baik saja’ kepada semua orang. Tapi ingat jangan berlarut-larut. Kemudian
yang saya lakukan berikutnya adalah berusaha
ikhlas, bahwa orang terkasih yang meninggalkan kita diminta kembali oleh
pemilikNya pada waktu dan cara yang telah ditentukanNya. Kita mungkin punya
andil dalam proses kepergian mereka, tapi toh semua ini terjadi dengan
seijinNya. Bila tidak diijinkan maka meski kita berusaha menghabisi nyawa tetap
tidak akan berhasil. Ada lagi hal lain yang selalu berusaha saya katakana pada
diri saya, saya bukan satu-satunya orang
yang kehilangan orang terkasih. Saya
berbagi pengalaman dan belajar dan pengalaman dari orang-orang disekitar yang
juga pernah mengalami pengalaman yang sama dengan saya.
Melanjutkan hidup, untuk saya dan mereka yang masih
hidup. Meski sulit dan terseok-seok jalannya. Saya berfikir kenapa Allah SWT
memilih anak saya dan bukan saya untuk bertemu dengan-Nya, pasti ada alasan
baik dibalik semua kejadian ini. Mungkin sisa hidup saya masih ada manfaatnya
bagi dunia ini.
Dan
disinilah saya, berusaha menjadikan sisa umur saya bermanfaat. Be usefull, meminta Allah SWT
menggunakan saya sebagai alat untuk membaikkan kehidupan banyak orang. Semoga
sepenggal cerita ini bermanfaat ^_^. Dan tentu saja saya tidak melalui semua
ini sendirian, dengan bantuan Allah SWT, suami, segenap keluarga, dan juga
kenalan.
Jika kenalan
anda atau keluarga anda mengalami kesedihan dan kehilangan yang sama dengan
yang saya alami maka beberapa hal yang bisa anda lakukan untuk membantu mereka
adalah:
- Beri ruang pada mereka untuk mengekspresikan kesedihan, jangan meremehkan kesedihan mereka.
- Belajarlah berempati dengan apa yang mereka rasakan.
- Jangan bosan mendengarkan cerita mereka tentang orang terkasih yang telah meninggal. Tanggapi setiap cerita mereka dengan riang, tertawalah bersama, menangislah bersama, give a big hug if they need, dan jangan biarkan mereka merasa sendiri/ditinggalkan.
- Berusahalah berada di sekitar orang yang kehilangan, kadang kala depresi akibat kesedihan yang mendalam membuat mereka tidak logis.
- Bantulah mereka untuk membuat keputusan-keputusan penting.
- Bantulah mereka kembali beraktifitas, kembali bersosialisasi, jangan biarkan mereka menyendiri. Buat mereka membantu orang lain, karena hal ini bisa memperbaiki perasaan. Pengalaman saya, dengan merasa berguna bisa meningkatkan percaya diri.
- Bantulah mereka untuk fokus pada hal lain, dengan demikian mereka tidak fokus pada kesedihan dan memudahkan mereka untuk menerima kepergian orang terkasih.
- Dan yang terpenting dari semua itu, bantulah mereka untuk kembali mendekatkan diri pada Tuhan, ajaran agama dan kehidupan spiritual mereka.
Semoga
cerita ini bisa membantu anda melihat kehilangan dengan sudut pandang yang
berbeda dan bermanfaat bagi anda dan orang-orang terdekat yang mengalami
pengalaman kehilangan yang sama dengan saya. Have a nice day guys…. ^_^
Senin, 03 Desember 2012
Kehilangan = Kecewa?
Pernah kehilangan?
Pernah dengar kata-kata bahwa kita merasa kehilangan karena kita merasa memiliki?
Bisa dibilang begitulah, padahal apa yang kita miliki hari ini atau apapun yang melekat pada diri kita tak lebih dari titipan dan pinjaman dari Allah SWT. setuju??? Tapi bohong kalau tidak pernah merasa kecewa sama-sekali dong, namanya juga manusia. Manusia punya harapan, dan jika harapan tidak terpenuhi maka kecewalah yang datang bertamu ke hati kita.
Tapi benar, semua adalah titipan dan pinjaman dari Allah SWT. Wajar lah kalau saat kita kehilangan terutama yang kita cintai maka akan muncul rasa sedih, kecewa, marah, bahkan frustasi yang pengen eksis di hati kita. bolehlah sejenak berduka, bersedih, atau bahkan menangis. Kita toh manusia yang punya perasaan, jadi silahkan mengekspresikan perasaan itu. Beri waktu pada diri anda untuk bersedih. Tapi ingat, hanya SEJENAK !!! Jangan larut terlalu lama.
Apapun yang terjadi dalam hidup kita semua terjadi dengan seijin Allah SWT, dan semua juga telah diukur sesuai dengan kemampuan kita. Baik dengan kehilangan benda kesayangan, handphone, rumah, atau segala materi yang ada di dunia. Bisa juga dengan hilangnya hubungan dengan kekasih, suami/istri, maupun ditinggalkan orang-orang terkasih dari kehidupan dunia (meninggal). Sedih tentunya, bahkan kadangkala menyesali banyak hal dengan kehilangan mereka. Tapi kita masih hidup bukan? jadi jangan berhenti!
Lanjutkan kehidupan, itu yang harus dilakukan. Move on. Kembalilah beraktifitas, jaga kesehatan anda. Stress juga butuh energi, otak anda yang terus berfikir butuh diberi energi. Memang tidak mudah, terutama bagi mereka yang kehilangan nafsu makan jika sedang bersedih atau sekedar bad mood.
Makes your life usefull, bantulah orang lain. Percaya atau tidak tapi membantu orang lain membuat saya merasa lebih baik, sekecil apapun yang saya lakukan. Bahkan sesepele tersenyum, hehehe :)
Jangan salahkan diri sendiri, jangan hakimi diri sendiri. Karena kemampuan anda tidak dapat melebihi kekuasaan Allah SWT. Anda mungkin memang bertanggung jawab atas apa yang terjadi, jadi perbaiki dengan tidak mengulangi kesalahan yang sama. Evaluasi apa yang telah terjadi, jadikan bahan pembelajaran, lalu perbaiki diri anda untuk menjadi pribadi yang lebih baik dari hari ke hari.
Guys...., hidup ini tidak berakhir hanya dengan satu kehilangan yang kita alami. Lanjutkan hidup, enjoy your day, be a better person, have a nice day.....^_^
Pernah dengar kata-kata bahwa kita merasa kehilangan karena kita merasa memiliki?
Bisa dibilang begitulah, padahal apa yang kita miliki hari ini atau apapun yang melekat pada diri kita tak lebih dari titipan dan pinjaman dari Allah SWT. setuju??? Tapi bohong kalau tidak pernah merasa kecewa sama-sekali dong, namanya juga manusia. Manusia punya harapan, dan jika harapan tidak terpenuhi maka kecewalah yang datang bertamu ke hati kita.
Tapi benar, semua adalah titipan dan pinjaman dari Allah SWT. Wajar lah kalau saat kita kehilangan terutama yang kita cintai maka akan muncul rasa sedih, kecewa, marah, bahkan frustasi yang pengen eksis di hati kita. bolehlah sejenak berduka, bersedih, atau bahkan menangis. Kita toh manusia yang punya perasaan, jadi silahkan mengekspresikan perasaan itu. Beri waktu pada diri anda untuk bersedih. Tapi ingat, hanya SEJENAK !!! Jangan larut terlalu lama.
Apapun yang terjadi dalam hidup kita semua terjadi dengan seijin Allah SWT, dan semua juga telah diukur sesuai dengan kemampuan kita. Baik dengan kehilangan benda kesayangan, handphone, rumah, atau segala materi yang ada di dunia. Bisa juga dengan hilangnya hubungan dengan kekasih, suami/istri, maupun ditinggalkan orang-orang terkasih dari kehidupan dunia (meninggal). Sedih tentunya, bahkan kadangkala menyesali banyak hal dengan kehilangan mereka. Tapi kita masih hidup bukan? jadi jangan berhenti!
Lanjutkan kehidupan, itu yang harus dilakukan. Move on. Kembalilah beraktifitas, jaga kesehatan anda. Stress juga butuh energi, otak anda yang terus berfikir butuh diberi energi. Memang tidak mudah, terutama bagi mereka yang kehilangan nafsu makan jika sedang bersedih atau sekedar bad mood.
Makes your life usefull, bantulah orang lain. Percaya atau tidak tapi membantu orang lain membuat saya merasa lebih baik, sekecil apapun yang saya lakukan. Bahkan sesepele tersenyum, hehehe :)
Jangan salahkan diri sendiri, jangan hakimi diri sendiri. Karena kemampuan anda tidak dapat melebihi kekuasaan Allah SWT. Anda mungkin memang bertanggung jawab atas apa yang terjadi, jadi perbaiki dengan tidak mengulangi kesalahan yang sama. Evaluasi apa yang telah terjadi, jadikan bahan pembelajaran, lalu perbaiki diri anda untuk menjadi pribadi yang lebih baik dari hari ke hari.
Guys...., hidup ini tidak berakhir hanya dengan satu kehilangan yang kita alami. Lanjutkan hidup, enjoy your day, be a better person, have a nice day.....^_^
Selasa, 30 Oktober 2012
Kamis, 18 Oktober 2012
Facebook ... BIG NO-NO?
Kenal dengan facebook? Ataukah anda pemakai setia jejaring social
yang satu ini? Yes, I do!!! Saya juga hehehe J
Kalau anda kenal dengan facebook pasti tidak asing dengan
nama pria tampan yang satu ini, Mark Zuckerberg. Benar Mr.
Zuckerberg ini salah satu pendirinya. Facebook yang diluncurkan pada tahun ini
benar-benar luar biasa perkembangannya, pada bulan mei tahun 2012 facebook
memiliki 900 juta pengguna (sumber : Wikipedia). Sumpah, gua harus bilang WOW
sambil koprol !!! xixixixi >_<
Luar biasanya facebook ini dibuat oleh beberapa orang mahasiswa,
“WOW”. Perkembangan dunia maya benar-benar luar biasa ya?! Jejaring social yang
dibuat oleh beberapa mahasiswa ini pun juga digunakan dari berbagai kalangan
umur serta laposan social yang sangat beragam. Mulai dari yang usianya dibawah
13 tahun bahkan sampai 60 tahun, mulai dari pelajar bahkan sampai dosen. Begitu
bermanfaatkah jejaring social yang satu ini?
Ini beberapa manfaat yang bisa dirasakan dengan ber-facebook-ria
· Tambah kenalan / teman
· Bertemu dengan teman-teman lama
· Ajang curhat
· Ajang jualan dan buka lapak online
· Bisa bikin grup diskusi atau arisan, hehehe
· Ajang pamer kebisaan, alias bias share bakat (puisi, desain, dll)
· Tambah kenalan / teman
· Bertemu dengan teman-teman lama
· Ajang curhat
· Ajang jualan dan buka lapak online
· Bisa bikin grup diskusi atau arisan, hehehe
· Ajang pamer kebisaan, alias bias share bakat (puisi, desain, dll)
Tapi guys, ada beberapa hal lho yeng mesti diingat. Ada sisi
negative yang gak begitu ngenakin nih
- Suka lupa daratan kalau udah terlanjur keranjingan (lupa waktu, lupa makan, lupa anak, lupa suami, lupa segalanya deh L )
- Jadi males gaul sama yang di samping kita atau di depan mata (cos sosialisasi yang maya lebih seru ketimbang yang nyata hehehe :p)
- Berat di ongkos (hehehe …, berat di pulsa J )
- Bisa meretakkan hubungan, terutama karena kata-kata curhatan kita di facebook ini bisa dibaca semua orang lho =(.
- Data pribadi, photo-photo, dan setiap komen kita bisa diakses semua orang. Pa lagi kalo data kita bocor L
It’s ok guys, jangan kuatir dan takut duluan lho. Gak papa kok kalo mau tetep ber-facebook-an ria, asal ati-ati ya. Be wise OK?! Tetep gaul asal aman! So gimana pengalaman kamu ber-facebook-ria? Boleh lho di-share di sini … ;)
Sumber:
Rabu, 03 Oktober 2012
cara gampang bahagia???
Ada yang mengatakan pasti akan bahagia jika sudah kaya, atau terkenal, sukses....de el el.
Lalu bagaimana jika kita ditakdirkan kaya saat berusia 50 th? selama 50 th tidak bahagia dong? hiks...sedih sekali y :( ?
You know what guys... (ini sudah diuji coba di dapur rumpiii ... hehehe), pengalaman pribadi ceritanya >_<
Dengan bersyukur semuanya terasa indah lho, makanya beli kaca mata syukur niscaya kamu semua akan melihat segala sesuatu dengan sudut pandang syukur hehehe ;).
Mestinya gak sulit y buat bersyukur, kan seperti sudah menjadi 'watak orang indonesia' yang katanya sekali pun rumahnya kebakaran tetep bilang 'syukur y, masih hidup' hehehe ^_^
Menurut pengalamanku, it's take time juga lho ternyata. Tapi sesuai lah dengan hasilnya yang bikin hidup lebih tenang dan ringan. Awalnya hiks... setengah mati rasanya yang namanya belajar bersyukur. Masa iya habis ketipu beberapa ratus ribu rupiah kok bersyukur sich? logika dari mana coba? Shock habis kehilangan itu jelas bikin drop, makan pake apa coba? Tapi itulah hidup, meski harus makan waktu dan belajar sabar mulai deh mencoba melihat sisi positif dari kejadian itu. Butuh waktu? YA!!!
Butuh ruang buat diam, introspeksi diri, 'ya sudahlah' moment alias belajar ikhlas dan melepaskan, serta tentunya dengan kata-kata wasiat itu...untung cuma ditnya yang hilang. Bukan yang lain-lain kan?
Guys, jangan salah mengartikan lho y. Bersyukur bukan berarti kita trus tidak punya keinginan, mimpi, terus tidak perlu berusaha keras lagi. Kayaknya salah cara berfikir deh kalau gitu mikirnya. Usaha sih tetep dengan energi yang full, dan semangat 45 dong. Cuma kerangka berfikir yang 'berusaha semaksimal mungkin itu tugas kita, hasilnya ya kapasitas Allah SWT (Tuhan) yang menentukan' tetep harus diterapkan, trus yang ada di tangan hari ini (hasil pencapaian kita) adalah suatu hal yang sepantasnya disyukuri.
Alhamdulillah ya bisa naik sepeda hari ini, yang lain harus jalan kaki ke sekolah misalnya.
Atau para ibu yang punya anak yang aktif luar biasa yang tidak bisa diam, bersyukur lah karena itu artinya anak terkasih sehat (kalau sakit kan diam aja), dan sehat berarti anak-anak yang dikasihi itu hidup dong. Maka syukuri kehidupan dan kesehatannya, dari pada capek ngeluh dan tidak menyelesaikan masalah.
Benar tidak? Bagaimana pengalaman kalian?
Boleh lho dishare di sini....^_^
enjoy your day guys....
Sabtu, 29 September 2012
Siapkah Menikah dalam Kesadaran Penuh...?
Menikah bukan hanya tentang kemewahan pesta
yang hanya berlangsung beberapa jam. Pesta atau segala ritual adat yang
mengiringi pengucapan janji pernikahan (ijab kabul) merupakan pintu gerbang
atau garis start dari perjalanan yang sesungguhnya. Ini benar. Tapi seringkali
tidak disadari atau malah dikesampingkan.
Orang cenderung sibuk dan fokus menyiapkan segala
pernak pernik pesta. Pendanaan, catering, gedung, baju pengantin, rias
wajah/paes, atau bahkan perjalanan bulan madu. Lalu apa yang akan terjadi
setelah perjaanan bulan madu selesai, saat harus kembali membanting tulang
untuk makan hari itu, atau tinggal dimana setelah hari-H dan seterusnya dan
seterusnya. Ataukah yang anda
bayangkan dalam kehidupan pernikahan adalah layaknya kisah Cinderella atau
putri tidur yang happilly ever after? Come on guys… anda harus berpikir ulang
jika masih berada dalam kerangka pemikiran seperti itu. Anda tahu kenapa
cerita-cerita pengantar tidur itu diakhiri pada saat mereka menikah? Menurut
saya tidak manis jika harus menceritakan mereka meributkan kemana harus
berbulan madu, atau masakan putri tidur yang keasinan…hehehe benar kan? ;)
Wake up guys… Ini lah
alasan saya menanyakan apakah anda siap untuk menikah dengan kesadaran penuh.
Beberapa hal yang saya tulis ini merupakan fakta yang saya sempat alami sendiri
serta berdasarkan cerita beberapa teman.
Apakah anda berharap
si dia akan berubah setelah menikah atau mengucapakan janji pernikahan? Faktanya
adalah orang yang anda nikahi adalah orang yang sama yang akan tidur di samping
anda sepanjang usia pernikahan. Orang ini tidak berubah layaknya pahlawan
bertopeng dalam cerita kartun. Intinya pernikahan tidak memungkinkan anda
merubah pasangan dengan tekanan atau omelan atau hanya karena status baru anda
sebagai istri atau suami. Perubahan yang anda inginkan tetap harus dimulai dari
perubahan anda sendiri.
Apakah anda tidak suka
dengan salah satu atau semua anggota keluarga calon pasangan? Hallooooo….. anda
harus menyadari calon pasangan kita dijual per paket (hehehe ;) ). Lagi-lagi
kita harus menyadari tidak bias memilih ingredient dari pasangan kita, hehehe
seperti snack dalam kemasan, tidak bisa memilih bahan-bahan yang terkandung di
dalamnya. Begitu juga dengan pasangan kita, anda harus benar-benar mengenal
pasangan sebelum memutuskan utuk menikah dengannya. Karena setiap kekurangan
dan kelebihannya harus diterima, begitu juga dengan keluarganya. Kita menikah
dengan pasangan berarti kita juga harus menikah dengan keluarganya, dan juga
harus menikahkan keluarga kita dengan keluarga pasangan.
Ingin menikah dengan
lelaki/wanita yang baik? Anda yakin dengan kata-kata tak tampak yang mengiringi
kata ‘baik’ ini? Ini mungkin berarti dia baik kepada semua orang lain,
hati-hati jika anda tidak dianggap orang lain. Karena anda berarti dianggap
bagian dari timnya dalam pelayanan yang dilakukannya pada orang lain, bisa juga
berarti anda harus berbagi kebaikan dan waktu pasangan dengan seisi dunia.
Faktanya segala sifat dan karakter yang kita inginkan dari pasangan memiliki
konsekuensi yang harus dihadapi.
Menginginkan pasangan
yang cinta dan peduli pada keluarga? Family oriented? Yakinkan anda mengerti
apa yang dimaksud dengan ‘keluarga’ di sini. Keluarga ini tidak hanya berarti
istri/suami dan anak-anaknya, tapi juga berarti orang tua dan
saudara-saudaranya, atau teman-teman dan komunitasnya, maupun apapun yang dia
anggap sebagai keluarga. Lagi-lagi yakinkan bahwa anda siap berbagi dengan
semua ‘keluarga’nya, ok? Make it simple guys, kompromikan dan buat semua
seimbang.
Pernah dengar ‘menikah
untuk menyempurnakan agama’? Dalam keyakinan saya demikian, meski mungkin
redaksi saya tidak tepat. Tapi guys jangan salah mengartikannya, ini bukan
berarti dua pribadi yang tidak utuh menjadi satu. Tapi lebih pada dua pribadi
yang utuh bergabung menjadi satu kesatuan. Layaknya tim yang solid, karena
harapan setiap rumah tangga tentunya dari dua orang ini akan berkembang menjadi
jumlah yang lebih besar lagi kan? Dengan bertambahnya jumlah anak-anak juga
cucu kelak. Dan tentu bangunan yang diharapkan terus berkembang ini akan lebih
kokoh berdiri jikalau fondasinya sudah kokoh.
Kehidupan rumah tangga
tak ubahnya seperti pohon yang akan terus diterpa angin, konflik dengan
pasangan maupun dengan lingkungan seperti tak habis-habisnya. Tapi inilah yang
membuat rumah tangga menjadi kokoh, jika mampu mengelola dengan baik. Ada
anggapan bahawa jika yang satu jadi api maka yang lain harus bersikap menjadi
tanah agar api tidak semakin membesar, tapi ini bukan berarti kita harus
menghadapi konflik menjadi penurut yang pada akhirnya mangikis kebutuhan atau
mengorbankan kepentingan kita sebagai pribadi. Atau malah dalam upaya
menghindari konflik. Setiap pasangan pasti punya cara yang berbeda dalam
menghadapi konflik mereka, di sini lah letak perlunya saling mengenal. Dan
pastinya harus menanggalkan kaca mata merah jambu yang diliputi sensasi jatuh
cinta, karena kadang kala menjadikan sang pemakai kaca mata kurang logis dan
realistis. Saat semua indah, nice, kotoran kambing pun berasa coklat, dunia
milik berdua dan yang lain ngontrak… hehehe ;).
Tidak ingin
menakut-nakuti, cuma shocking terapi mungkin. Intinya dengan berbekal beberapa
realita ini anda semua bisa menyongsong pernikahan dengan lebih sadar serta
siap, dan pernikahan anda bukan hanya fantasi layaknya cerita dongeng sebelum
tidur. Kehidupan pernikahan itu indah guys, penuh warna. Tidak hanya hitam
putih atau pink. Benar kan? Bagaimana dengan hari-hari indah pernikahan anda?
Disarikan dari berbagai
sumber.
Terinspirasi dari buku
Dr. Robin L. Smith
Selasa, 25 September 2012
Emotional Moment
Emotional Moment
It’s real emotional moment, and
yeah.....full of emotion. Entah bagaimana terbentuk anggapan di masyarakat
bahwa dlm persiapan pernikahan akan banyak terjadi perselisihan yang sangat
emotional antara calon pengantin dengan keluarganya maupun antara kedua
mempelai. Untuk banyak hal. Bahkan hal kecil yang dalam kondisi normal tidak
pernah dipermasalahkan pun dalam masa persiapan pesta pernikahan akan menjadi
suatu masalah yang sangat sensitif. Luar biasa peperangan yang sangat tidak beralasan
kadang kala.
Banyak artikel yang membahas tentang persiapan pernikahan, bahkan hitungan mundurnya. Sangat detil, mungkin sudah melewati berbagai percobaan dan bersumber dari pengalaman dari beberapa orang. Akan tetapi setiap orang berbeda, tidak bisa disamakan. Sehingga perlakuan yang harus dilakukan pada masing-masing orang dan kasus pun berbeda. Maka hanya beberapa dari langkah pada artikel tersebut yang dapat saya terapkan pada kasus saya. Dan hari-hari pun masih bertaburan saat-saat emosional.
Sebagai calon pengantin dan kebetulan
wanita, dan kebetulan lagi saya tergolong wanita yang emosional, maka banyak
titik yang membuat saya harus kuat-kuat menahan air mata agar tidak meluncur
dengan suksesnya. Mulai dari memutuskan konsep dari pernikahan, menginginkan
pernikahan yang bergaya internasional atau yang tradisional. Bahkan sampai
memutuskan souvenir yang akan diberikan pada para tamu.
Beberapa titik yang perlu diwaspadai
(dari pengalaman saya ;)) antara lain: sumber dan jumlah pendanaan, konsep akad
dan pesta pernikahan, tempat pengadaan pesta atau keseluruhan acara, serta
undangan.
Acara pernikahan yang (diharapkan)
dijalankan sekali seumur hidup membuat pasangan calon pengantin maupun
keluarganya ‘kalap’, kalap yang saya maksud menjadikan acara ini goal yang
diupayakan sedemikian rupa. Agar tidak terjadi ke’kalap’an maka harus
ditetapkan berapa jumlah dana yg akan digunakan. Dan yakinkan setiap
pengeluaran direncanakan dengan detil dan harus dikontrol tidak hanya oleh satu
orang. ‘Pintu keluar uang’ yang cuma satu akan membuat overload sang pintu, dan
akhirnya ‘ya sudahlah yang penting cepat selesai’. Hal ini memungkinkan budget
yang sudah ditentukan membengkak.
Konsep acara biasanya merupakan
hasil dari kesepakatan beberapa pihak. Hal ini memungkinkan selisih paham.
Saran saya hal ini dibicarakan dengan kepala dingin dan dalam kondisi yang
tenang, dikemukakan alasan dan berbagai pertimbangan positif serta negative dari
setiap alternative yang dikemukakan, serta diupayakan win-win solution dari
berbagai kepentingan dan keinginan dari masing-masing pihak.
Dimana akan menyelenggarakan acara akan meyesuaikan dengan konsep acara, jumlah undangan, serta budget. Akan tetapi kondisi tempat tinggal sang empunya gawe pun juga akan sangat mempengaruhi. Jika bertempat tinggal di tengah perkampungan yang menyulitkan para tamu untuk memarkir kendaraan serta jumlah undangan diperkirakan sangat banyak maka akan lebih baik acara dilaksanakan di gedung. Akan tetapi jika budget tidak memungkinkan sementara jumlah undangan tidak mungkin ditampung di kediaman calon pengantin maka saran saya acara bisa dilaksanakan di gedung pertemuan/gedung serbaguna di daerah setempat. Umumnya biaya yang harus dikeluarkan tidak sebesar jika dibandingkan dengan gedung serba guna yang tempatnya strategis atau mewah.
Banyaknya rekan sejawat orang tua, tetangga, atau teman dari calon pengantin akan sangat mempengaruhi jumlah undangan dan tentunya budget yang harus dikeluarkan untuk pos konsumsi serta souvenir. Tentunya pihak calon pengantin dan keluarga ingin berbagi kebahagiaan dengan semua rekan dan kenalan, demikian juga sebaliknya. Akan tetapi perlu diingat berapa budget yang telah kita persiapkan. Batasi jumlah undangan jika memang tidak memungkinkan, akan tetapi jika tidak bisa maka sebaiknya bagi undangan menjadi dua. Yang pertama diundang pada waktu akad dan sebagian lagi pada saat resepsi.
Beberapa permasalahan yang saya bahas di sini hanya sebagian dari luar biasanya acara pernikahan. Tapi harus diingat, apapun permasalahan yang harus dihadapi dalam persiapan pernikahan, maka tidak boleh mengorbankan ikatan keluarga. Hadapi semua dengan tenang, nikmati setiap tahapan persiapan pernikahan, dan siapkan mental anda untuk memasuki gerbang pernikahan. Karena akad nikah dan pesta pernikahan ini hanyalah pintu masuk, dunia pernikahan yang sebenarnya hadir setelah pesta usai. Dan yang pasti setiap momen benar-benar luar biasa, so… enjoy them guys ;)
Langganan:
Postingan (Atom)


