.rbbox{-moz-box-shadow: inset 0 0 20px #f10c0c; -webkit-box-shadow: inset 0 0 20px #f10c0c; box-shadow: inset 0 0 20px #f10c0c; .rbbox:hover{background-color:#000000);}
Adsense Indonesia
Tampilkan postingan dengan label peduli. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label peduli. Tampilkan semua postingan

Rabu, 17 April 2013

Beda? So what gitu loh…?!

Bentuk organ kita beda, satu sama lain. Itulah kenapa kita bisa beraktifitas dengan baik, mereka bekerjasama tanpa sibuk membandingkan bentuk mereka yang berbeda. Kebayang gak sich kalo organ dalam kita terdiri dari jantung semua, dengan fungsi jantung semua, semuanya memompa darah, tanpa urat nadi, tanpa ada yang sangat membutuhkan disuplai, semua memberi tanpa ada yang merasa perlu menerima. Bisakah kita hidup dengan organ yang sama semua??? Bisakah kita hidup jika pergerakan jantung dan darah itu tanpa suplai makanan? Cuma darah! Bisa????

Kalau semua manusia diciptakan Allah SWT memiliki bentuk tubuh dan wajah yang sama, seolah merupakan hasil clonning, kalau semua memiliki kemampuan dan bakat serta kekuatan yang sama, masih inginkah kita saling mengenal??? Masih akan adakah istilah gotong royong??? Masih perlukah orang lain???

Bayangkan, kalau seisi dunia ini warnanya biru, apakah kita akan tahu bahwa langit itu berwarna  biru???
Pertanyaannya, dimanakah letak ‘salah’nya menjadi berbeda?????
Galau mode on .

Bingung, asli…  Sekian kali yang lalu banyak yang memandang sinis, aneh, seolah ada tanda tanya besar di atas kepalanya, saat melihat orang yang memiliki cara atau bentuk yang berbeda.  Kenapa sih memangnya kalau beda??? Berkali kali pertanyaan ini muncul di kepalaku, keliling-keliling dengan suksesnya…huft.
Tapi barangkali begitu juga yach yang dipikirkan orang saat melihat sesuatu dan ternyata tak sama, kenapa gak sama? Gitu kali yach pertanyaannya, hehehe ^_^  Lucunya…

Pernah kepikir mungkin latar belakang pendidikan yang rendah membuat orang berpikir semua harus sama, tapi gak juga lho. Kemarin ngobrol sama temen jaman sekolah yang sekarang namanya punya buntut gelar pun menanyakan kenapa aku mengambil keputusan berbeda dengan dia. Kenapa harus sama coba? Dulu pernah juga ketemu teman kerja yang mengharuskan suatu cara ibadah, lucunya saat aku tak mendukung eh..malah jadi ikutan dimarahin. Aku yang pake jilbab lah yang dipermasalahkan, walah…  panjang dech. Intinya si teman kerja yang cukup lama bekerja dengan pengalaman bertemu berbagai jenis orang ini gak ngejamin juga dia terbuka dan toleran dengan perbedaan. Masih bingung juga sampai hari ini kenapa kok ya susah banget kayanya untuk menerima yang namanya ‘beda’ itu.

Pernah nyoba juga untuk sama dengan satu komunitas agar bisa diterima oleh komunitas tersebut, adaptasi nich ceritanya. Memang tak dianggap aneh, ya iyalah kan udah ditiadakan perbedaannya, Cuma pandangan ‘aneh’ penuh selidik orang-orang ini (setidaknya komunitas ini) tetep aja ada. Berbaik sangka aja mereka lagi kelebihan waktu dan tenaga buat kepo hehehe. Dan yang pasti bukannya nyaman dengan menjadi ‘orang lain’ tadi, tapi aku ‘kehilangan’ diriku dan kebahagianku. Huft … capek.

Gak bisa dipaksa kok untuk bisa memahami orang lain, ke’beda’annya, keunikan, lengkap dengan kelebihan dan kekurangannya. Syusyehhhh. Masalahnya tuch yach,
  • Allah SWT memang dengan sengaja dan kesadaran penuh menciptakan manusia berbeda satu sama lain, agar saling mengenal
  • Manusia diciptakan lengkap dengan kelebihan dan kekurangan, agar saling berbelas kasihan dan membantu
  • Kekurangan orang adalah cobaan bagi kita yang lebih, seberapa perduli dengan ‘kekurangan’ orang lain, lalu apa yang kita lakukan dengan itu? Diinjak atau diangkat?!

Anyway bus way… trus musti gimana donk
Gimana kalau sejauh yang ‘beda’ tadi tidak menyalahi aturan norma adat, norma agama, norma social, hukum yang berlaku di negara ini, dan aturan agama dan kepercayaan kita maka let it be. Biarkan dia berkembang biak dengan sendirinya di alamnya masing-masing ^_^

Bukannya gak peduli, gak lagi tepo seliro, gak mau menyatu dengan lingkungan, masalahnya adalah sebuah kejahatan yang dasyat saat kita ‘merampok’ jati diri seseorang dari dia yang sebenarnya kan?! Kasian lho, tersiksa pasti.
Gimana kalau gini,
  • Coba kita mengenal apa sih yang ‘beda’, kenapa bisa ‘beda’, apa dasar pertimbangannya sampai bisa ‘beda’, karena semuanya pasti melalui sebuah proses yang gak sebentar.
  • Coba pahami, setidaknya belajar berempati agar kita lebih mudah memahaminya.
  • Kalau gak bisa paham, masih ‘gak habis pikir’ aja. Ya sudah hormati saja dia yang ‘beda’ lengkap dengan ‘paket’ penciptaannya yang sudah diskenariokan oleh pencipta-Nya. Terutama kalau perbedaan itu tak merugikan kita.
  • Jangan paksakan ‘cara’ kita, terutama jika kita tak mau dipaksa dengan ‘cara’ dia.


Benar menurut kita belum tentu benar menurut Allah SWT, baik menurut kita belum tentu baik menurut Allah SWT

Sebagai manusia kita tak berhak menghakimi, karena kita bukan yang Maha Suci. Selalu ada kemungkinan kita melakukan kesalahan, khilaf, juga dosa. Beda itu indah kok J

Hehehe ^^… panjang yach rumpiii kali ini, semoga bissa jadi bahan renungan dan pembelajaran kita semua
Have a nice day… ^_^

Jumat, 11 Januari 2013

Global Warming = Warisan buat Anak Cucu?


OMG…. Sedihnya yach jika satu-satunya yang dapat kita tinggalkan untuk generasi penerus kita adalah  bumi yang tandus dengan udara beracun, atau peperangan dunia untuk memperebutkan air bersih. Terkesan lebay memang perumpamaan diatas, tapi itulah yang akan terjadi jika kita tak kunjung peduli dengan kelestarian bumi kita tercinta ini. Seperti apa warisan yang akan kita tinggalkan untuk anak cucu, itu pilihan kita!!!

Apa pertanyaan yang muncul dibenak anda? Mengapa saya yang harus peduli? Kan bukan saya yang mengotori udara, mencemarkan air, atau menebang pohon di hutan? Kenapa saya yang harus bertanggung jawab? Tolong jawab pertanyaan saya, lalu siapa? Para pendahulu kita? Atau para hewan? Atau salahnya pohon kenapa dia mau ditebang? Hehehe…. Lucunya. Semua upaya yang dilakukan dalam proses pemenuhan kebutuhan manusia sering kali menimbulkan sampah bagi bumi ini, baik berupa emisi karbon, atau limbah cair yang dibuang begitu saja di sungai. Pada akhirnya kita jugalah yang harus menanggung akibatnya. Coba anda renungkan sebentar, pada jaman dahulu berapa banyak anda dengar bayi yang terserang penyakit flek paru-paru? Bandingkan dengan yang anda dengar sekarang. Contoh saja, saya punya 4 orang keponakan yang 3 diantaranya pernah terjangkit penyakit flek paru-paru. Miris yach…

Terlalu jauh kalau yang kita bayangkan adalah menghijaukan bumi ini, bumi ini terlalu besar untuk kita jangkau seorang diri sodara. Tenang, 1000 jalan menuju Roma. Mulailah dari kita sendiri, di lingungan terdekat, mulai sekarang juga, mulai dari hal paling sederhana! Buang sampah pada tempatnya misalnya. Ada banyak hal mudah yang dapat anda lakukan, akan saya sampaikan pada artikel berikutnya.
Ok guys, mulai sekarang tanamkan rasa cinta pada bumi ini. Lakukan ini untuk kita sendiri, anak dan cucu kita kelak.

Lets go green
Have a nice day… J